Bukan Prioritas

pic cr as watermarked; found @pinterest

.

Proritasku. Prioritasmu.

.

​”Aku baru saja mau menjemputmu, apa kau berhasil menemukan tempatnya?”

Dia berjalan mundur, menghindari tumbukan dengan pintu kayu yang baru saja kubuka. Menilik penampilannya yang acak-acakan dan posisinya yang ada di depan pintu dengan tangan terselip di antara ujung tumit dan sepatu serta tatapannya yang kaget bukan kepalang, dia baru saja membaca pesanku dan hendak keluar. Terlambat.

Aku masuk begitu saja, mengabaikan kata tanya darinya, atau apapun itu. Aku lelah–dan terlampau malas untuk mendengar segala cuapnya.

“Sori …,” sahutnya lirih yang entah kenapa malah membuat emosiku makin menjadi.

“Tidak apa-apa.” Aku meletakkan kotak kecil di atas meja, berusaha terdengar biasa meski rasanya ada amarah yang meluap minta dimuntahkan saat ini juga. Kotak itu pesanannya, hadiah langka untuk si pacar di hari jadi ke-1000, katanya. Aku yang membelinya, dengan berlelah-lelah jalan kaki ke sana ke mari, tersesat, nyaris putus asa, dengan pesan-pesan singkat dan panggilan tak terjawab yang tak diresponsnya belasan kali. Mungkin dia memang sibuk betulan, atau mungkin terlampau asyik bercengkrama dengan si pacar hingga lupa bahwa temannya sedang butuh bantuan. Entahlah, aku tak ingin berspekulasi meski prasangka sudah terlanjur menjadi-jadi.

Kuhela napas asal sebelum membuka mulutku kembali.

“Aku maklum kok. Soalnya aku bukan di garis atas prioritasmu, kan? Bukan masalah kalau pesan orang lain selalu kau dahulukan sementara pesanku selalu kaubiarkan tenggelam.”

Namun, tidak ada suara. Aku menelan kembali bulat-bulat rangkaian kata-kata itu sebelum mencuat ke permukaan. Biarlah jawabanku tandas di sebuah kebohongan ketimbang permasalahan semakin melebar. Ironis memang. Aku kesal dan maklum secara bersamaan. Karena, toh, kalau dipikir-pikir, dalam pembagian prioritas, aku pun sama demikian.

~fin

spesial pakai sambel buat mb lat

Advertisements

4 thoughts on “Bukan Prioritas

  1. Ujung2nya pemakluman itu yg bikin nyesek sndri,, rasanya pengen banting apa aja, tapi apadaya kalo mikir kita di posisi dia, kita jg gitu. Walaupun yg jd prioritas kita ga melulu pacar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s