Unrequited …

ca14f069d36a9e753fc320dbba8951df.jpg

Semua orang pasti pernah merindu.

an orific by zero404error

Ficlet || G

(definitely not a love story, summary menipu, a little crack maybe)

.

Gambarnya masih terpajang dengan rapi di dalam pigura; di atas nakas, persis di samping bantalku berada. Hampir setiap malam aku mengulang kisah-kisah heroiknya dalam ingatan, tersenyum, pun menahan pedih yang merangkak tiap kali teringat akan akhir kisah yang jauh dari kebahagiaan. Selalu ada satu yang begini. Selalu. Ketika mulai kutata hati untuk bisa ditempati, dia justru pergi, meninggalkanku dalam kekosongan yang tidak bisa terutarakan hanya dengan rangkaian puisi. Satu di setiap kisah. Satu.

“Tahu tidak?” Kutatap pigura itu sekali lagi hari ini; bertanya meski tahu diam adalah satu jawaban pasti. “Aku masih sering berharap kau akan kembali.”

Lalu bayang-bayang akhir kisahnya selalu terbayang lagi, seperti pemutar video rusak yang menayangkan video yang sama berulang-ulang, tanpa pernah berhenti. Tentang sebuah kematian. Tentang senyum samar yang timbul tenggelam dalam ingatan. Tentang kalimat-kalimat indah berujung perpisahan. Tentangnya yang tidak pernah mengenalku, dan tentangku yang begitu merindu keberadaannya. Bodoh memang. Tapi aku tetap menyukai istilah rindu, bahkan jika temu tak pernah jadi jawaban atas semua itu.

Aku tersenyum, sedikit terpaksa, tapi tersenyum.

“Aku sungguh berharap kau ada lagi. Sungguh.” Kucoba untuk tidak terlalu terjatuh ke dalam melankolia. “Sayangnya, ada nama-nama yang takkan pernah kembali meski kaupanggil berulangkali.”

Kembali kupaksakan senyum di wajah dan kutatap wajah tampan di pigura itu lagi. Wajah itu tersenyum. Senyum terindah yang sempat terabadikan sebelum kemat–

“Iya, memang. Kalau yang kaupanggil itu nama tokoh dalam komik, sih, mau sampai seribu tahun lagi juga tidak akan ada yang datang ke sini.”

Aku menjeling. Sesosok manusia dengan setumpuk pakaian di keranjang menatapku tanpa ekspresi.

“Apa? Berhenti hidup di dunia delusi dua dimensi dan buat dirimu berguna hari ini. Nih, cucian. Jangan lupa kucek sampai bersih. Ketimbang menangisi akhir hidup tokoh favoritmu, kenapa tidak kautangisi saja pekerjaan rumah yang menumpuk karena imaji ilusifmu itu?”

Aku memberengut, mengambil keranjang cucian yang disodorkan padaku dengan bersungut-sungut.

Ugh! Aku benci setiap kali kakakku menghancurkan sesi delusi!

~fin.

b8c6a31bbc5d0fc3ed281c1f87311193.jpg

Edisi kangen Xerxes Break. Ahaha orz

Advertisements

9 thoughts on “Unrequited …

  1. KAK YA AMPUN! KETIPU DEH xD
    delusi-delusi ini siapa sih ya? mengganggu banget tapi bikin nyenengin. ahaha
    bener deh kukira si mbaknya delusi oppa, ternyata sama karakter 2D (padahal oppa juga 2D kalo liat di layar doang) ahaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s