[Ficlet] a Silly Confession

picsart_11-18-11.15.02.jpg

a Silly Confession

2017 © zero404error

17’s Joshua & OC’s Mai

Ficlet (±400 words) || PG || AU, Slice of life, College Life, Fluff

.

Katanya, musim semi adalah musim memulai hubungan cinta.

.

“Namaku Mai. Aku menyukaimu. Ah, ti … tidak! Kau tidak harus menjawabnya sekarang! Tunggu, kau bahkan tidak harus menjawabnya! Maksudku ….”

Joshua harus memastikan mulutnya tidak menganga terlalu lebar saat rentetan kalimat itu mengalir begitu saja tanpa jeda dari gadis di hadapannya. Kejadiannya di ruang kuliah matematika. Josh sedang mengumpulkan tugas anak-anak lain dari atas meja mereka. Kebetulan saja Josh mendapat tugas itu dari dosennya, dan kebetulan juga gadis ini tiba-tiba muncul di hadapannya, menarik napas panjang-panjang lantas berteriak dengan lantang–campur sedikit gugup tentu saja karena, hey, lihat saja rangkaian kalimatnya. Itu bukan tata bahasa yang baik dan benar, walau Joshua tidak berniat mengoreksinya sekarang.

Lalu, jika ada saat dimana kecanggungan begitu menjadi-jadi, maka inilah waktunya.

Josh membeku di tempat, mempertimbangkan jawaban terbaik macam apa yang sekiranya menguntungkan kedua belah pihak dan si gadis masih menggerakkan bola matanya ke sana kemari, terkesan bingung dengan apa yang hendak ia katakan, atau justru melinglung dengan apa yang terlanjur meluncur dari mulut tanpa bisa ia tahan. Lucu sekali.

“Tidak apa-apa, sih.” Joshua tersenyum, memperlihatkan lengkung terselubung di kedua sudut bibirnya. Lekuk rahasia yang membuat lebah-lebah betina bisa mati saat itu juga; begitu juga dengan Mai (yang untungnya tidak terjadi karena memang belum tiba saatnya). Biarkan saja angan Mai melambung kembali melihat kurva indah itu ditujukan untuk dirinya. Dia selalu memimpikan hal seperti ini. Joshua tersenyum dan jiwa Mai terasa limbung–bukan limbung karena pusing, tetapi limbung karena dunia seakan tak lagi memiliki gaya gravitasi yang mampu menahan angannya terbang terlalu tinggi.

Mai sama sekali tidak keberatan jika sehabis ini terhempas ke bumi. Terlepas dari penolakan yang mungkin bakal diucap Joshua, Mai sama sekali tidak berniat berhenti mengagumi–

“Soalnya aku juga sudah lama memperhatikanmu, sih.”

“Oh…”

Tuh, kan, benar apa yang Mai pikirkan. Tentu saja Joshua bakal menolak–

“Eh?” Si gadis tiba-tiba terbelalak ketika otak tumpulnya berhasil mencerna baik kronologis cerita maupun jawaban si pemuda. Ditatapnya Josh yang masih memajang senyum yang sama.

“E … EEEEHH??”

~fin.

Bukan, bukan debut Mai, juga bukan lanjutan dark lullabies, cuma iseng aja ;_;

Dark Lullabies selanjutnya blm tahu bisa dibikin kapan karena satu dan lain hal yang terjadi di dunia nyata :”””, tapi aku akan berusaha

Maap malah menyampah ;_;

Advertisements

4 thoughts on “[Ficlet] a Silly Confession

  1. Munyaaaa
    Dat momen ketika kamu sangat yakin akan ditolak eeeh taunya ga bertepuk sebelah tangan
    Josh pun unyu sekali disini aaaa utg saya jauh kalo gak saya bs limbung juga kena efek senyumnya :”’
    Keep writing!

    1. ngarep banget yha begitu kalau di dunia nyata :”””, sayang yang ada kebanyakan sebaliknya (eh)

      gpp li, kalau limbung nanti aku bantu masukin IGD, siapa tahu ada dokter muda setampan Josh menanti di sana ((gak))

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s