[Ficlet-Series] The Dark Lullabies — Autumn’s Soul

picsart_12-26-02.43.44.jpg

Siapa bilang lagu-lagu pengantar tidur selalu berisikan cerita manis dan menghibur?

zero404error © 2016

The Dark Lullabies Series

-Autumn’s Soul-

17’s Choi Seungcheol

Ficlet (±450 words) || G || AU, Angst, slight!Dark, Fantasy

already posted @svtffi

.

Di atas jembatan kayu itu dulu Seungcheol sering berlari, berkejar-kejaran dengan para teman, menarik sumbu layang-layang hingga putus lantas hilang ditelan awan. Terkadang, ia bersangu batang pancing dan sekaleng pelet di tangan, duduk di pinggiran kayunya lantas melempar kail ke permukaan air yang tenang. Dalam beberapa menit, kalengnya sudah kosong, berganti kecipak sirip ikan di ember, saling sodok satu sama lain demi mendapatkan lebih banyak ruang. Di waktu yang lain lagi, ia akan melepas semua kain yang melekat, mengambil ancang-ancang lantas berlari kencang, mencebur ke dalam air dengan suara berdebur dan tawa riang.

Namun, itu dulu.

Kini, jembatan itu sudah menghilang, sungainya mulai gersang, hanya berisi kerangka-kerangka ikan dan bebatuan. Pemandangan yang tersisa hanya retak-retak lumpur yang kering kerontang; begitu panas dan jauh dari kehidupan. Sudah cukup lama semua ini tersuguh di hadapannya. Lima, sebelas, dua puluh tahun? Entahlah. Waktu berjalan tak tentu di dunia ini. Seungcheol terbiasa menilai segalanya dari musim-musim yang ada.

Musim semi adalah awal dari segalanya, dan akan berlangsung selamanya kalau kisahnya sukses. Ketika banyak orang yang mengingat kisahnya dan meluangkan waktu untuk kembali mengingatnya. Musim panas adalah saat-saat yang menentukan, apakah dunianya akan terus berjalan, atau menuju kehancuran. Yah, tokoh fiksi sepertinya hanya bisa bertahan ketika ada yang masih menyimpan sosoknya meski dalam sekejap ingatan. Dunianya adalah citra antusiasme pembaca dan penciptanya. Dunianya, adalah nyawanya.

Dan dunianya sekarang mulai terkikis perlahan. Penciptanya mulai melupakannya. Tidak ada yang pernah membaca kisahnya lagi. Pun, sejak awal, dia memang bukan tokoh terkenal. Kisahnya juga tak lebih dari roman-roman picisan. Sedikit menyebalkan, tapi mau bagaimana lagi kalau imaji penciptanya memang hanya bisa mengantarnya pada stase demikian?

“Kau tahu apa yang aneh?” Dia masih bisa mendengar sisa-sisa percakapannya dengan sahabatnya di masa lalu–yang sudah lebih dahulu menghilang, meninggalkan hanya serpih-serpih kenangan fana yang sebentar lagi juga turut lekang. Mereka mati. Mereka hancur. Mereka lebur. Begitu saja, tanpa sisa.

Matahari mulai tenggelam di ufuk saat itu. Daun-daun memantulkan sinar keemasan, daun-daun mulai berguguran. Musim gugur sudah mencapai pertengahan. Musim gugur dunia mereka; pertanda detik-detik menuju akhir mulai menyapa. Jika sampai turun salju, maka itulah akhir dari segalanya.

Temannya berbaring di atas padang rumput yang mulai mengering dan Seungcheol melakukan hal yang sama. Angin berembus sepoi-sepoi, menerbangkan debu-debu kasar, mengantar mereka pada nostalgia ketika dunia masih begitu cerah dan beragam; ketika yang beterbangan adalah kelopak-kelopak bunga aneka warna bukannya debu yang memicu sakit di paru-parunya. Dunia dulu dan sekarang begitu berbeda. Namun, setidaknya langit masih sama. Awan-awan tetap bergerombol dan membiarkan cahaya menembus sela-sela himpitan mereka, membiarkan biasnya berlomba-lomba mencapai bumi. Emas. Tembaga. Kekuningan. Jingga. Indah, sekaligus menyimpan begitu banyak luka.

“Bagaimana bisa musim gugur terlihat begitu indah, padahal semuanya tengah sekarat?”

~fin.

based on :

b6f8663d8abb7c3b356fc8d6a0831a7f.jpg

Sebenernya bukan series yang bersambung sih, hanya entah kenapa aku kangen membawa serombongan ficlet dengan tema yang sama : dark/slight!dark/angst & fantasy/surrealism.

Kalau kalian punya usulan prompt yang sekiranya bisa aku gunakan, boleh loh tinggalkan di kolom komentar, ehehe

Aku nggak bisa janji bakal gunain semuanya, mungkin beberapa sampai kisah 13 member genap semua 🙂

dan … makasih sudah mau baca ❤

~maippo

Advertisements

8 thoughts on “[Ficlet-Series] The Dark Lullabies — Autumn’s Soul

  1. Abis baca tulisan maippo jaman sma terus ini, rasanya beda ya HE HE.

    Yang ini badhay parah dong, aku suka gloomynya. Terus merasa tersindir, soalnya seungchol kayak karakterku yang aku tinggalin HAHAHA.

    1. HAHAHA SHER GAUSAH BAWA BAWA YANG SMA KE SINI DEH!

      yang sma masih seger2 gimana gitu ya, :”” makin tua makin pait aja, oke makasih, cukup paham

      Yha apa kita semua punya karakter yang pelan-pelan terlupakan…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s