[Ficlet] a Reason to Love

picsart_11-23-07-36-00

a Reason to Love

2016 © zero404error

17’s Yoon Jeonghan & OC’s Lee Mary

Ficlet (±600 words) || PG || AU, Slice of life, College Life, slight!Fluff

already posted at svtffi

.

Dia jauh dari kata sempurna.

.

Kalau ditanya apa yang bisa membuat Jeonghan tanpa ragu menambatkan hatinya pada sosok Lee Mary, Jeonghan rasa ia tidak akan bisa menjawabnya dengan cepat.

Karena Lee Mary bukannya tanpa cela. Dia tidak sempurna. Tubuhnya kelewat tinggi untuk ukuran seorang gadis–mungkin sudah keturunan karena lihat saja adiknya, Lee Seokmin yang tingginya mirip galah tetangga. Dia juga bukan gadis yang ramah pada siapa saja. Dia ketus, dingin, kadang terkesan seram dan sungguh, untuk membuatnya tersenyum sedikit saja butuh tenaga dan kesabaran lebih. Bisa dibilang, tawa Lee Mary adalah salah satu hal paling langka di tahun-tahun Mary dan Jeonghan berada di klub drama yang sama.

Dia juga seorang penakut. Memang tidak begitu tampak. Bakat alaminya sebagai aktris drama dan segala jenis peran yang kerap ia mainkan membuat orang-orang menganggapnya keren dan jauh dari kata takut. Padahal, Jeonghan pernah melihatnya melompat begitu tinggi karena melihat kecoa dan mematung berjam-jam hanya karena tidak berani melewati lorong gelap menuju aula.

Dia pil manis dan pahit secara bersamaan. Dia penuh keterusterangan sekaligus penyimpan isi hati yang sangat ulung. Dia ketus tapi juga perhatian. Dia pemberani di waktu ini dan begitu pemalu di waktu lain. Dia perfeksionis, pun impulsif. Dia kontradiktif, seperti gadis-gadis lain dengan permasalahan-permasalahan pelik mereka. Dia sama biasanya dengan gadis-gadis lain di luar sana sekaligus istimewa. Dia–

“Berhentilah menatapku seperti itu, Jeong. Catnya jadi tidak rapi karena kau kurang konsentrasi!”

–galak luar biasa.

Kalau saja Yoon Jeonghan tidak benar-benar mengenalnya, mungkin dia akan mengkerut begitu mendengar nada tinggi berikut tautan alis Lee Mary. Memilih melipir dan mengerjakan pekerjaan lain yang sekiranya tidak akan menjadi bahan omelan gadis itu. Namun, ini Yoon Jeonghan, yang mengetahui detail-detail sifat Mary cukup baik dan sudah kebal dengan perhatian berlapis omelan yang nyaris tidak ada habisnya. Maka, ia hanya tersenyum, menyangga dagunya dengan kedua tangan, lantas menatap Mary yang duduk di depannya–masih sibuk mengecat papan latar yang hendak digunakan dalam festival musim dingin universitas.

“Tahu tidak, Mary-a?” Ia mencoba membuka pembicaraan, sementara Lee Mary geming dalam kesunyian. Sedikit melirik pun tidak. Hanya memberi jawaban datar sebagai ungkapan kejenuhan beberapa detik kemudian.

“Apa?”

“Kau cantik kalau marah.” Yoon Jeonghan nyengir lebar, Lee Mary menghentikan gerakan tangan. Kuas cat masih menempel di papan.

Gadis itu kini menjeling, menatap Jeonghan dengan sepasang matanya yang lebar lantas berucap–bahkan tanpa berusaha merubah rautnya yang minim ekspresi.

“Sayangnya aku seram kalau sedang ingin makan orang, Jeong. Jadi, kerjakan tugasmu dengan benar dan singkirkan rayuan gombalmu sekarang, atau kau akan menyesal mengetahui apa saja yang bisa aku lakukan.”

Yoon Jeonghan tersenyum–masih tersenyum–masih ingin lebih lama lagi tersenyum kalau saja tatapan Mary tidak perlahan membunuhnya (bukan harfiah tentu saja, hanya kiasan, walau iya, Jeonghan lupa bernapas sesaat, entah terlalu bahagia, entah entah terlalu takut untuk sekadar bilang iya). Sayang memang. Soalnya, kapan lagi dia akan ditatap Mary lama-lama kalau tidak di momen seperti ini? Namun, mempertimbangkan bahwa ia masih punya banyak tugas kuliah lain yang harus dikerjakan dan bayangan omelan dosen kalau sampai tugasnya tertunda hanya gara-gara terlalu lama berurusan dengan papan latar, kuas, cat, dan seorang gadis tampan, ia menyerah. Diambilnya kembali kuas yang sempat jadi pengangguran lantas disapukannya ke atas papan.

Yah, Lee Mary memang tidak sempurna, bukan gadis manis dengan segala kelebihannya. Dia galak dan dingin meski diam-diam perhatian. Ia hanya gadis biasa dengan segala bakat pun kekurangannya. Gadis biasa yang punya kurang di sana-sini sehingga Jeonghan jadi punya kesempatan untuk membuat hubungan mereka utuh dengan saling melengkapi.

~fin.

Advertisements

6 thoughts on “[Ficlet] a Reason to Love

  1. Padahal aku sdh baca ini dari lama tapi maaf baru ngomen ;-; emg kyknya mary-jeonghan ini kebalik jeonghan jadi ceweknya Mary jadi cowoknya hahaha tapi ya udh deh. Manis asem gitu ya dua org nih. Dan itu kalimat pamungkasnya apa bgt kak aku lemah mana jeonghan kambek ini jadi ganteng lagi wae…..
    Terima kasih sdh nambah vocabku hehe dan keep writing kak!

    1. Lianaaa~ /hug/

      Wkwkwk santai aja kali li, kamu mau baca ficku aku sudah bahagia kok :”””, maafkan aku yang sekarang juga jarang sekali online wp jadi tidak tahu karya2 kalian ;_;

      Mb meri tipikal mb2 tsundere pasaran banget /_\, emang manis asem banyakan asemnya mereka mah li

      Jeonghan gantheng tapi juga cantik (?) gatau lagi mau komen apa buat satu orang itu, mana minghao rambut merah juga, aku lemah ;_;

      Wkwkw sama-sama liii, tetap berkarya yaaa ❤

  2. Nah maaak, ini tuh just the way you are yang lain. hahaha iya deh iyaaa yang tau soulmatenya ngga sempurna tapi tetep keukeuh melengkapi. sweet lho kamu maaasss :-* mau juga donk dicintai sama kamu /eh?
    hihihi
    keep writing ya mak! maaf komenku sampis TT

  3. HALAH YJH GENIT. jadi yjh di sini jd anak seni rupa ya mak apa anak apa nih. anak dari mertuanya mb meri ((dihajar)).

    meri kok tsundere bgt ya galak gt, tp di bayanganku yjh tuh anaknya tsundere jg (TAPI GENIT) jadi di pikiranku (???) kalo mereka pacaran lucu bgt ga sih HUHUHUHU kek merinya galak yjh juga anaknya yg bodo amat trs berantem tp terus sayang2an lagi. ah sudahlah. manusia yjh ini makin ke sini makin mengganteng tp jg makin cantik gapaham bgt??!! TP PAS TD PERFORM WILD EYES ASJAKAJSKSK

    SUDAH YA MAK KOMENKU MAKIN SAMPIS EKWKWKWK

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s