The Cursed Diary: Mary’s Log

picsart_11-12-11-32-54

Sebelumnya, kutegaskan dulu satu hal: aku tidak percaya kutukan.

Aku menulis di buku ini bukan karena takut pada kutukan gadis gila yang mengaku pemilik buku harian ini, atau ancaman-ancaman gilanya yang lain. Aku hanya butuh menulis, itu saja.

Karena aku sudah mencoba menjelaskan pada orang-orang tentang masalah ini hingga nyaris berbusa, tapi tetap saja mereka tidak percaya. Bukannya mereka lantas menuduhku yang bukan-bukan atau melecehkan, sih. Aku tahu mereka pasti hanya menggodaku, hanya saja, ugh, bagaimana, ya, menjelaskannya ….

Intinya, sih, hari ini memang kuawali dengan semua jenis kesialan.

Mulai dari bangun kesiangan karena tidur kepagian, pentas drama penyambutan mahasiswa baru yang dibatalkan gara-gara hujan, properti yang ikut rusak kebanjiran, setumpuk laporan keuangan yang perlu diteliti ulang, masih ditambah beberapa insiden memalukan yang tidak bisa kusebutkan satu per satu karena melibatkan terlalu banyak mahasiswa baru serta begitu banyak teriakan “Kyaaa!“, “Kakak tampan sekali!“, “Kakak dari jurusan apa?!“, “Kyaaa! Notice me senpaiiiii!

Para gadis terus saja berteriak ketika aku masih dalam kostum pangeran; tidak sengaja basah-basahan karena menyelamatkan peralatan sementara para bocah lelaki sibuk berbondong-bondong mendaftar klub drama sesaat kemudian dan membuatku begitu kewalahan (disinyalir karena salah fokus setelah melihat Yoon Jeonghan dalam kostum perempuan). Yah, kalian mungkin tidak tahu Yoon Jeonghan (dan aku tidak berharap kalian tahu, karena siapapun yang menerima buku ini selanjutnya, kuharap sama sekali tidak mengenalku). Sekilas penjelasan saja, dia cantik, dia punya senyum yang menyenangkan, dan dia laki-laki. Dia laki-laki tapi cantik, sementara aku perempuan tapi tampan. Dilihat berapa kali pun pernyataan ini terasa salah.

Yang lebih salah lagi, kami tiba-tiba dikira berpacaran.

Demi Tuhan, kesimpulan dari mana?!

Aku tahu kami cukup dekat, tapi bukan dalam arti romantis–setidaknya  itu menurutku.

Yah, anggap saja puncak kesialan hari ini adalah adegan di mana seorang Yoon Jeonghan tidak sengaja (tolong catat bahwa adegan selanjutnya adalah ketidaksengajaan dan sama sekali tidak memiliki unsur rekayasa pihak manapun) tertidur di pundakku. Kami sama-sama lelah mengurus kegiatan seharian. Dia duduk di sofa, aku pun juga. Dia tertidur, aku tidak. Dia ngiler dan aku hanya menyibak rambutnya untuk mengecek apa ada yang salah dengan penglihatanku–tepat saat anggota klub yang lain masuk lalu salah sangka.

Aku dikira menciumnya.

Teman-teman… please …. Aku sama sekali tidak berniat menciumnya!

Walau setampan apapun, aku juga punya harga diri sebagai wanita. Aku tidak mencium seorang pria di mana pun aku suka! Dan meskipun terdengar kolot dan kuno, aku tidak akan mencium seseorang sampai kami sah dalam ikatan pernikahan. Ayahku jelas tidak akan pernah mengijinkan. Aku sayang Ayah, makanya aku juga harus jaga diri dengan baik sebelum Ayah membunuhku lebih dulu karena tidak bisa jaga kelakuan. Iya, ayahku sayang memang bisa sangat kejam.

Masalahnya, kesalahpahaman itu tambah diperparah oleh bocah lelaki narsis bernama Jun yang langsung nyeletuk bahwa kami pacaran dan siap mengadakan traktiran. Semua anggota klub bersorak. Suasana gaduh. Aku berteriak sampai serak. Mereka tetap bersorak.

Traktiran untuk apa?! Ini konspirasi! Mereka pasti merencanakan ini sejak awal!

Entahlah, aku pusing. Tapi aku tetap harus bercerita, karena aku tidak tahu harus cerita ke siapa.

Bukannya aku tidak tertarik pada Jeonghan atau bagaimana, tapi tetap saja, aku tidak–tunggu, untuk apa aku menceritakan perasaanku di sini. Ini tidak relevan. Aku menulis cuma untuk konfirmasi kalau aku dan Jeonghan tidak pacaran. Tidak. Bukan tidak, tapi belum. Eh, aku ngomong apa, sih.

Oke, kurasa aku harus berhenti menulis lalu lekas membuang buku ini jauh-jauh sebelum aku terlalu banyak bicara dan melantur.

Cukup. Bye.

picsart_11-12-07-09-33

Related to: of Mary’s Thoughts

a/n: gatau nulis apaan ;_; qoutes pic source : pinterest

Advertisements

12 thoughts on “The Cursed Diary: Mary’s Log

  1. aku nangkepnya mary kok baper ya mak? /lu aja yg baper juls/ xD

    Huhu kok tetiba kangen mary ya habis ini? astaga mbak tampan lama tak muncul sekalinya muncul curhat masalah sama junghan 😂

    1. Mb meri emang baperan kok juls, kamu gak salah, mb meri emang baperan tapi sok sok jaiman minta ditendang ((mak))

      Hidup mb meri berkutat di klub drama sama junghan aja, hidupnya tiada berfaeda ;_;

      Juls kambekin jolly sama wonu sanaaaaah XD

  2. June rusuuuuuuuuh astaga wkwkwk dasar alay china minta diciyom emang ih ngeselin.

    Udah bhay mak gitu aja.

    P.s mbajean makin ngefans sama mbameri setelah baca ini /kemudian ilang/

  3. Baru sempet ke sini dong HE HE.

    BTW. MASA INI DIARY ASIK BANGET SUMPAH DEH SERIUS. BIASANYA MAIPPO NULIS SERIUS-SERIUS. LEH UGHA NULIS YANG KOCAK MACRM GINI.

    Terus ini dong, “Dia laki-laki tapi cantik, sementara aku perempuan tapi tampan. Dilihat berapa kali pun pernyataan ini terasa salah.” NGAKAK LOLOLOL.

    Mak, kukangen 💋💋💋

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s